Penyeimbang Hidup …

Penyeimbang Hidup …

Tuntutan pekerjaan seringkali membuat kita kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi diri kita sendiri. Padahal kehidupan haruslah seimbang. Seimbang membagi waktu untuk pekerjaan, keluarga dan diri kita sendiri agar kehidupan menjadi harmonis.


Blog ini adalah tempat saya mencoba menyeimbangkan hidup, kelas tempat saya kembali belajar menulis, sanggar tempat saya kembali ke masa kecil, saat saya sangat senang membuat coretan-coretan kecil diselembar kertas usang bekas pembungkus belanjaan ibu saya …

Jumat, 25 Maret 2011

"TUAN PIKIR...".


Tuan pikir karena tuan memiliki banyak pundi-pundi,
Tuan bisa bercakap sesuka hati tuan?

Tuan pikir karena tuan memiliki istana,
Apapun yang tuan cakap adalah suatu kebenaran yang harus diamini?

Jika tuan berfikir demikian, Tuan salah !

Pundi-pundiku memang tidak melimpah seperti tuan,
Bilikku pun tak seindah istana tuan,
Harta terbesarku hanya harga diri,
dan aku bisa melakukan apapun untuk mempertahankan itu...

APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN ?"


Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada?
Apakah Tuhan menciptakan kejahatan?

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang
mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini,
"Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab,
"Betul, Dia yang menciptakan semuanya".
"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.
"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab,
"Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor
tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata,
"Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"
"Tentu saja," jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya,
"Profesor, apakah dingin itu ada?"
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab,
"Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menuruthukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan,
"Profesor, apakah gelap itu ada?"
Profesor itu menjawab,
"Tentu saja itu ada."
Mahasiswa itu menjawab,
"Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya,
"Profesor, apakah kejahatan itu ada?"
Dengan bimbang professor itu menjawab,
"Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,
"Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein

"SEMUT DISEBERANG LAUTAN TAMPAK, GAJAH DIPELUPUK MATA TAK TAMPAK".


Jangan bicara tentang kewajiban padaku,
Karena tlah kupenuhi apa yang menjadi kewajibanku

Jangan bicara tentang hak padaku,
Karena yang kudapatkan lebih sedikit dari yang menjadi hakku.

Jangan berteriak tentang hakmu,
Karena aku pun akan bertanya tentang kewajibanmu.

Jangan menuntut tentang kewajibanku,
Karena aku pun akan bertanya tentang hakku.

Jangan bicara tentang hak dan kewajiban,
karena itu hanya akan membuat pertentangan,
ego merasa paling..

Karena semut di sebrang lautan selalu tampak,
Sementara gajah di pelupuk mata tak selalu tampak...

Cinta : Sebuah Karya KHALIL GIBRAN


kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tidak terlihat
 
ketika kita menemukan seseorang yang
keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung
dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan
serupa yang dinamakan cinta.
Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan suatu awal kehidupan baru,
kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari dan
mereka yang telah mencoba.
karena merekalah yang bisa menghargai betapa
pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan
mereka.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia.

Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum dan berkata
” aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,
biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi.
kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan
cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati
kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya, melainkan mereka
yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah
bagaimana dalam perjalanan kehidupan.
kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
dan menyadari bahwa penyesalan tidak
seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya
sebagai penghargaan abadi atas pilihan2 hidup
yang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata,
” aku lupa ….”
menunggu selamanya ketika kamu berkata,
"tunggu sebentar ”
tetap tinggal ketika kamu berkata
” tinggalkan aku sendiri ”
membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan
belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”
mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
bukanlah apa yang kamu lihat,
melainkan apa yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan,
melainkan bagaimana kamu bertahan.

Mungkin akan tiba saatnya dimana kamu harus
berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang
itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita
menyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya.

kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah
orang yang tak pernah menyatakan cinta
kepadamu, karena takut kau berpaling dan
memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan
menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau
sadari

"LAYANG-LAYANGKU TAK KUNJUNG TERBANG TINGGI"


Aku resah,layang-layangku tak kunjung terbang tinggi,sementara ku lihat layang-layang teman-temanku tlah terbang tinggi dan menari bebas di langit biru.

Aku gelisah,menerka-nerka gerangan apa yang membuat layang-layangku tak kunjung terbang tinggi,aku yang tak mahir memainkannya atau tanah lapang tempatku bermain yang tak memungkinkan layang-layangku terbang tinggi ?

Aku gamang,apa yang harus aku perbuat?aku ingin layang-layangku dapat terbang tinggi dan menari di langit biru,ku toleh tanah lapang lain,barangkali ada tempat untuk kuterbangkan layang-layangku, tapi disana pun tlah dipenuhi para pemain layang-layang sepertiku, bila aku tetap di tanah lapangku akankah layang-layangku dapat terbang tinggi menari di langit biru?

Entah...

Kamis, 24 Maret 2011

RESOLUSI, ACTION dan DOA


Usaha apalagi ya,Mbak..biar aplikasi gw ada yang nyangkut?”,
demikian bunyi sms seorang sahabat kepada saya beberapa waktu yang lalu. Dan saya balas dengan,:

”Resolusi+Action+Doa...resolusi lo udah, action lo udah, tinggal doa aja lo kencengin,sista”.
Sahabat saya ini memang sedang gencar-gencarnya mencari peluang dan suasana kerja yang baru, dan hal ini telah kami lakukan dari tahun lalu. Tahun lalu kami sama-sama beresolusi untuk mencari peluang dan suasana kerja yang baru, kemudian kami sama-sama berupaya mencari info-info peluang kerja.

 Saya ingat, setiap hari Sabtu kami sama-sama memburu koran terbitan hari itu,  begitu koran sudah kami dapatkan bukan ‘headline news’ yang kami baca pertama kali, tapi kolom iklan lowongan pekerjaanlah yang kami baca hehehe...

Selain rajin ‘membaca koran’ (hehehe..) kami pun rajin browsing info lowongan kerja diinternet, begitu terus selalu karena target kami setiap minggu minimal harus ada satu aplikasi kami kirimkan hehe..niat banget kan ?!?!? :D

Resolusi sudah di buat, Action atau tindakan dan upaya pun sudah dilakukan, dan Doa pun tak pernah putus agar noktah-noktah puzzle dapat tersusun manis nantinya. Bila segala upaya tersebut telah dilakukan, tapi belum juga ada jawaban dari-Nya..tetap bersabar dan berupaya, karena waktu yang kita inginkan, mungkin tak sama dengan waktu yang ditentukan-Nya, tapi pasti waktu-Nya akan datang dan itu pasti yang terbaik untuk kita.

“Jangan pernah berhenti beresolusi/bermimpi, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi kita untuk kemudian diwujudkan pada waktu-Nya.”






Rabu, 23 Maret 2011

"SUDAHKAH KITA BERCERMIN HARI INI ? "

Cermin dalam bahasa ‘sains’ adalah permukaan yang licin dan dapat menciptakan pantulan sehingga membentuk bayangan. Dalam pelajaran bahasa Indonesia pun ada peribahasa yang membahas tentang cermin, seperti: ”Berkaca dengan cermin retak”, yang artinya meniru pada contoh yang salah.
Dalam keseharian cermin pasti bukanlah benda asing lagi bagi kita, terutama wanita. Dalam satu hari bisa lebih dari sepuluh kali kita bercermin. Bahkan ada yang sampai berjam-jam menghabiskan waktu untuk mematut-matut diri di depan cermin.
Cermin itu bukan hanya untuk melihat dan dilihat saja. Tapi cermin juga butuh untuk dibersihkan dari debu yang sedikit demi sedikit menempel. Karena kalau tidak, debu itu akan mengerak dan tidak bisa lagi dibersihkan sehingga dia tidak mampu juga menangkap mana bayangan didepannya yang bagus dan tidak. Semua jadi tampak buram dan penuh kerak.
Karena fungsi cermin yang paling berguna adalah membantu mencerminkan atau merefleksikan bagian tubuh yang tidak dapat dilihat langsung oleh mata kita. Berdiri di depan cermin (datar), maka apa yang ada di depannya itulah yang terlihat. Senyum, marah, cemberut, nyengir, sinis, bersih, berjerawat, atau bermake up, maka akan seperti itulah yang ditampakkannya. Tak ada kebohongan. Hingga seringkali cermin diasosiasikan seperti hati nurani kita.
Dengan selalu ‘bercermin’ setiap hari maka kita akan menjadi pribadi yang selalu dapat mengkoreksi diri kita sendiri agar menjadi pribadi yang lebih baik. Selain nurani kita, ‘cermin’ kita adalah orang-orang terdekat disekeliling kita, karena merekalah yang dapat melihat dan menilai pribadi kita secara obyektif bukan diri kita sendiri. Pendapat dan koreksi dari orang-orang terdekat kita dapat menjadi acuan untuk menjadikan kita pribadi yang lebih baik dengan tetap tidak meninggalkan kepribadi kita sendiri.

"Maka pandai-pandailah memilih ‘cermin’ agar kita tidak sampai berkaca pada cermin yang retak".